Senin, 04 Juli 2011

ROCK SIANG BOLONG


Kami terakhir kali main di acara Rock Siang Bolong yang melegenda itu, dan mengkover The Ramones, Beat on the Brat. Sejak itu lagu ini sering kali kami mainkan.

Tonton videonya di
http://www.youtube.com/watch?v=5hgzxXWzclM&playnext=1&list=PLBC20DAB6BF4A8C36
Artwork acara dibikin kaos dengan edisi terbatas, hanya 12 potong saja.

The Frankenstone for HUFF Magz

Tiga wajah kami muncul di Huff Magazine, Huff photography edition: Tell Your Story. Selain difoto, kami juga diinterview mengenai apa, bagaimana, dan dengan siapa kami ingin di foto!
Edisi ini bisa diungguh di www.HuffMagazine.com atau pesan dan beli edisi cetaknya seharga Rp 55.000,- .

Minggu, 03 Juli 2011

bLOCK pARRRTyyy!!!













bagi banyak anak-anak Jogja, pada tanggal 3 Juli kemaren ini jalan yang sebelumnya dikenal sebagai "Belokan Mailbox" atau "Tikungan Mailbox" atau "Dalan sing isine distro kabeh kae lho" tiba-tiba berubah menjadi Jalan Cendrawasih. Yap! Kemaren satu jalan pusat sandang pilihan muda Jogja ini diblokir supaya kita bisa nonton 60 band yang bermain silih berganti di beberapa panggung dan belanja di toko-toko yang mendiskon habis dagangannya! Saatnya ngawul distro!
The Frankenstone beruntung boleh main di Shypilliz Delux Store yang (sebelnya) agak jauh dari pusat keramaian, karena pusat keramaian ada di jalan Cendrawasih sedangkan Sipilis ada di Jalan Demangan Baru yang untuk ke sana harus jalan lurus ke timur terus.
Eka dari Brilliant at Breakfast yang hari itu gak manggung tapi jadi turis distro dengan pacarnya Rizky dengan baik hati ngebantuin Gisa dengan bassnya. "Aku malah gak tau kalo di sini ada panggung!" katanya, menjelaskan sepinya gig di situ. Tapi lumayan kok, seneng banyak juga nonton kita main. Termasuk Yogi dari Energy Nuclear yang datang untuk bantuin Putro. Mas Itok dari Anggisluka juga datang sebagai turis dan memotret kami dengan briliannya. Kami jadi punya dokumentasi prima SLR selain dari kamera poket yang dipakai Mas Gilang, kakaknya Gisa.
Acara yang sangat-sangat hebat konsepnya, menyenangkan bisa jadi bagian dari pesta ini :)

Sabtu, 02 Juli 2011

Press Conference and What Follows After



Edisi KR yang paling bikin heboh

Selasa 15 Maret di Warung Mbak Sasha, Deresan, kami mengadakan konferensi pers pertama kami. Dibantu dengan sangat baiiiik sekali oleh Racco Bucek dan Woto Wibowo dari Yes No Wave, kami diwawancara oleh berbagai tabloid dan koran di Jogja. Sedikit berasa gimanaaa gitu ketika kami difoto oleh beberapa fotografer sekaligus, dan ketika ucapan-ucapan kami dicatat, direkam, ditanggapi, dan disusul dengan pertanyaan-pertanyaan lain! Wow! Menurut kami memang Pers adalah fenomena itu sendiri!

Tanggal 16 Maret, keesokan harinya, status FB kami
"hari ini The Frankenstone dimuat di harian Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Merapi, dan Harian Jogja......"
Dan keluarga, beberapa tetangga, teman-teman kampus, kenalan lama, tiba-tiba pada heboh ketika membuka koran pagi itu dan melihat wajah-wajah kami yang berpose ala trio kwek-kwek disertai artikel pendek/panjang tentang album kedua itu.
Bahkan masnya yang jualan Jus Qta, masnya yang di tempat fotokopi, dan beberapa lagi pun mengenali kami di berbagai tempat. Hal itu berlangsung selama beberapa hari dan tetap menjadi hal yang spesial bagi kami, ketika Putro, Gisa, dan Jeje dikenali orang yang tidak kami kenal, karena musik kami.

Di bawah ini adalah beberapa media online yang merilis hasil interview waktu konferensi pers:

Cekidot: http://cekidotfree.com/event/the-frankenstone-merilis-album-baru/

Kedaulatan Rakyat: http://www.krjogja.com/krjogja/news/detail/74762/The.Frankenstone.Rilis.Album.Ganda..A.Kid.s.Refuge.from.The.Adult..html

Tribun Jogja: http://jogja.tribunnews.com/2011/03/14/the-frankenstone-rilis-album-baru


Kebanyakan memang berisi kalimat itu-itu saja, dan takkasih tau ya, sebenernya banyak kata-kata di berbagai artikel itu yang hanya copy-paste dari press release kami yang kami bagikan satu persatu ke semua jurnalis yang datang!Hahahhaa... gak masalah, yang penting bisa bilang, "MAMA AKU MASUK KORAN!!!"

Anyway, press conference was AWWESOME!

The Frankenstone for EAR

EAR, sebuah transformasi yang jauh lebih baik dari pribadinya yang dulu, DAB, memuat The Frankenstone sebagai cover story setelah kami merilis A Kid's Refuge form the Adults. Foto kover dilakukan di sebuah minimarket, sebuah dream-come-true bagi Putro yang sudah memimpikan band shot di swalayan sejak bertahun-tahun lalu. Sayangnya edisi ini tidak dicetak! huhuhuhuu... dan akan sangat mungkin menjadi edisi terakhir EAR yang gak bisa produksi karena gak ada iklan. So please, masukin iklan dong, supaya media jurnalistik musik paling bermutu di Jogja ini bisa bangkit lagi.


EAR vol. 29 edisi The Frankenstone berbentuk PDF bisa diunduh di:

Ebook : http://www.mediafire.com/?rv3yk8rca996s12
Mediafire : http://www.myebook.com/index.php?option=ebook&id=77649

Kunjungi laman FB EAR di http://www.facebook.com/EARmagz

For the Dummies Sampai Bandung, Euy!






Mei lalu Gisa pergi ke Bandung dalam rangka Field Trip kampusnya. Di Jalan Riau, dia sempatkan ketemu dengan Iman, seorang teman jauh yang sangat berdedikasi dengan zine. Iman baik sekali jauh-jauh naik motor ke Jalan Riau untuk ketemu dengan Gisa, lalu memberikan sebuah kopi zine-nya, Distractors. Gisa juga memberinya oleh-oleh For the Dummies Zine edisi The Minutemen dan Rocker Sepanjang Masa, di samping kaos, CD, dan pin yang dibeli Iman. Beberapa hari kemudian, Iman mengunggah foto koleksi zine-nya, dan di antaranya ada juga zine kami! Yay!!!

Kangen sekali dengan For the Dummies zine, tapi mau bikin kok maless banget yaaa.. hahaha... seperti banyak kita, Putro, Gisa dan Jeje hanya apdet status beberapa kalimat narsis di FB dan twitter kalau menyalakan komputer. Jarang sekali kreatif meluangkan waktu untuk menulisi beberapa halaman word untuk membuat zine.

Suatu hari nanti pasti kami akan bikin zine lagi! Salam buat Iman di Bandung :)

START IN HERE, 4 Juni 2011, JNM, Yogyakarta




Acara ini adalah acara pertama yang diadakan oleh West Side Crew YK. Acara dimulai dari siang jam 12 sampai jauh malam, total 22 band manggung. Sayangnya acara yang lumayan besar ini terhitung sepi penonton, mungkin karena kurang promosi atau karena gak ada band yang punya fanbase tersendiri yang main. Band kami yang udah biasa dengan penonton sepi santai-santai aja mainnya. Lima enam lagu selesai, kami langsung berterimakasih dan beres-beres. Yang lucu adalah ketika kami bertiga sedang beres-beres, MCnya tanya keras-keras di depan mike: "Gak pake crew po Mbak???" sambil mengamati Gisa yang angkut-angkut sendiri bass dan efeknya. Punya crew memang menyenangkan, tapi tanpa crew kami masih bisa manggung kok! Hahahaha...
Anyway, it was another nice gig!























Photos by Satya Krisjayasidhi from Doodle Photoworks